Jual Lantai Kayu – Vinyl Floor – Parket Indonesia

Home > Pemasangan > Laminate Flooring
  • installation

Pemasangan Lantai Laminate Meforze

ALAT KERJA

  • Mesin Potong Kayu Elektrik (Jigsaw)
  • Gergaji Kayu
  • Palu
  • Lakban Plastik Bening dan Lakban Kertas
  • Alat pemasangan khusus Laminate Flooring (Crow/Pull Bar, Spacers, Tapping Block)
  • Sapu
  • Obeng (+) dan (–)
  • Pahat
  • Meteran
  • Kikir
  • Penggaris Siku
  • Kapur / Pen / Pensil
  • Cutter
  • Tembakan Sealant
  • Kain Lap
  • Kikir
  • Kabel Sambungan
  • Kapur / Pen / Pensil
  • Tang
  • Mesin Serut Kayu (Elektrik)

STANDART AREA PEMASANGAN

  • Kondisi lapangan termasuk tingkat kerataan dasar lantai (Flatness) harus rata. Toleransi maksimalnya adalah 1mm.
  • Dasar lantai yang akan dipasang haruslah bersih dari debu, sampah, batu, butiran pasir, bekas gundukan semen, dll, agar hasil pemasangan menjadi sempurna.
  • Dasar lantai yang akan dipasang harus dalam keadaan kering (tidak lembab).

TEKNIK PEMASANGAN MEFORZE LAMINATE FLOORING

1. Tahap Pertama : Penyesuaian Ruangan

    Laminate Flooring sangat sensitif dengan kondisi suhu dan kelembaban yang mana dapat mempengaruhi papan lantai Laminate Flooring, maka daripada itu haruslah dilakukan penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan di dalam rumah dengan 2 cara:
  • Penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan setidaknya 24-48 jam sebelum Instalasi/Pemasangan dimulai.
  • Penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan bisa juga dengan membuka terlebih dahulu kardus pembungkus Laminate Flooring sambil memulai Pemasangan (tidak perlu menunggu sampai 24-48 jam) dengan catatan harus memberikan jarak tenggang (Gap) antara Laminate Flooring dengan dinding yang agak renggang minimal 1cm (≥1cm).
  • Penyesuaian suhu dan kelembaban ruangan bisa juga dengan membuka terlebih dahulu kardus pembungkus Laminate Flooring sambil memulai Pemasangan (tidak perlu menunggu sampai 24-48 jam) dengan catatan harus memberikan jarak tenggang (Gap) antara Laminate Flooring dengan dinding yang agak renggang minimal 1cm (≥1cm).

2. Tahap Kedua : Pemasangan Lembaran Penghalang Uap (Underlayer)

    Sebelum memasangkan lembaran kayu (HDF) Laminate Flooring , lantai terlebih dahulu harus ditutupi dengan lembaran yang dapat menghalangi penguapan langsung dari lantai ke kayu (HDF). Untuk itu terlebih dahulu lantai dasar ditutupi dengan lembaran Underlayer. Sambungan antara Underlayer ini ditutupi dengan Lakban Plastik Bening supaya penguapan tidak dapat langsung terhubung ke kayu (HDF) Laminate Flooring.

3. Tahap Ketiga : Setting elevasi (jarak) atas permukaan Laminate Flooring di bawah pintu

    Untuk ruangan yang mempunyai pintu , terlebih dahulu harus ditentukan setting elevasi permukaan atas dari Laminate Flooring yang akan dipasangkan. Elevasi atas harus benar-benar di setting sebaik mungkin supaya pintu dapat bergerak bebas waktu dibuka dan ditutup dan juga tidak mempunyai celah yang cukup besar ke lantai kayu yang sudah terpasang. Ikuti elevasi yang di setting ini ke seluruh ruangan yang ada (lakukan pembuatan benang panduan untuk elevasi ketinggian permukaan seluruh ruangan, jika diperlukan).

4. Tahap Keempat : Pemasangan Lembaran Pertama

    Untuk tampilan terbaik, letakkan lembaran papan Laminate Flooring sejajar dengan dinding terpanjang. Pasang lembaran pertama dengan alur ke arah dinding. Letakkan lembaran dengan jarak tenggang ± 1cm dari dinding dan kemudian dorong papan ke arah dinding. Jarak tenggang (Gap) ini ditujukan untuk mendapatkan space penggeseran lembaran berikutnya jika kondisi dinding yang tidak segaris sehingga pada ujung berikutnya masih mudah menggeser untuk mendapatkan kerataan terhadap dinding. Teknisi dapat mengatur spacer (pengatur jarak) pada jarak lembaran berikutnya .

5. Tahap Kelima : Pemasangan Lembaran Berikutnya

    Untuk pemasangan lembaran berikutnya, memasang lidah sambungan (Click) terhadap lembaran berikutnya secara rata. Hal ini ditujukan supaya lembaran papan Laminate Flooring tidak terlalu mudah bergeser dan membuat ikatan antar lembaran akan semakin kuat serta tidak terlalu sulit untuk penyambungan berikutnya. Pemasangan dilakukan memakai pola susun bata (bata tengah atau bata acak), untuk pemilihan pola ini diharuskan Teknisi Pemasangan mengikuti dan melaksanakan data persetujuan pola pemasangan hasil survey yang telah disetujui antara pihak Customer dengan Sales/Surveyor yang bersangkutan.

6. Tahap Keenam : Pemasangan Lembaran Terakhir

    Pemasangan lembaran terakhir tentu akan terpengaruh dari sambungan lidah (click) dari lembaran-lembaran sebelumnya. Pastikan selalu mengikuti ukuran yang tepat pada sisa ruang terakhir, supaya tidak ada terdapat celah antar sambungan lembaran Laminate Flooring.

7. Tahap Ketujuh : Pemasangan Lembaran Pengunci

    Pemasangan lembaran terakhir sebagai pengunci dilakukan untuk tepi luar dari lembaran sehingga membuat lantai lebih rapih .